Nina Agustin Hadiri Perarakan Bunda Maria Ibu Segala Bangsa Peringati Bulan Maria dan Tahun Yubelium

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menghadiri acara Perarakan Bunda Maria Ibu Segala Bangsa dalam rangka memperingati Bulan Maria dan Tahun Yubelium yang diadakan di Rumah Retret Biara Kana, Jl. DR. Muwardi No.27 Gendongan, Kota Salatiga, Minggu (25/5/25). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kota Salatiga, Kepala dan Romo Paroki maupun biara, perwakilan FKUB, BKGS, tokoh agama, Kepala Perangkat Daerah, peserta perarakan, dan tamu undangan.

Nina menyampaikan kebanggaannya dapat menyaksikan sebuah peristiwa iman yang sarat nilai dan makna bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan spiritual dan budaya Kota Salatiga. Dimana meskipun baru dilaksanakan pertama kali, namun antusiasme dari para peserta maupun masyarakat sudah sangat luar biasa.

Berita Lainnya

“Saya berikan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada Rumah Retret Biara Kana, lebih dari 500 peserta perarakan, beserta seluruh pihak terkait, yang telah menggagas dan menyemarakkan perarakan patung Bunda Maria. Juga selamat datang, sugeng rawuh kepada para peserta yang datang dari luar kota Salatiga, baik dari Semarang, Solo, Jogja, Jakarta, Bandung, dan berbagai kabupaten/kota lainnya. Kita patut bersyukur, Kota Salatiga memiliki ruang-ruang spiritual seperti Biara Kana, yang juga menjadi oase rohani, tempat pertumbuhan iman, sekaligus simbol keterbukaan dan dialog lintas iman. Sebagai kota yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, ini adalah warisan berharga yang harus kita jaga dan rawat bersama,” ujar Nina.

“Perarakan ini bukan hanya menjadi ungkapan iman dan devosi umat Katolik kepada Bunda Maria, tetapi juga menjadi tanda kehadiran nilai-nilai universal yang kita semua junjung bersama, yakni cinta kasih, pengharapan, pengampunan, dan solidaritas. Terlebih Salatiga dikenal sebagai kota yang toleran dan inklusif, tempat berbagai keyakinan dan budaya dapat hidup berdampingan dalam damai. Peristiwa iman seperti hari ini telah sekaligus memperkaya mozaik kerukunan yang selama ini menjadi identitas kota kita tercinta,” tambahnya.

Tahun Yubelium merupakan momen istimewa dalam kehidupan gereja yang mengajak setiap umat untuk memperbarui diri, membuka hati bagi sesama, dan mewujudkan damai di tengah dunia yang semakin haus akan kasih dan keadilan. Semangat ini sejalan dengan visi Kota Salatiga, yakni sebagai kota yang humanis, harmonis, dan berkeadilan.

Nina berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial semata, tetapi juga meninggalkan kesan spiritual yang mendalam bagi kita semua, serta menjadi awal dari tradisi yang baik, membawa berkat, dan berkontribusi bagi tumbuhnya wisata religi di Kota Salatiga kedepannya.

“Mewakili Pemerintah Kota Salatiga, saya sangat mendukung tumbuhnya ruang-ruang dialog, ekspresi iman yang sehat, dan sinergi antar umat beragama. Karena saya meyakini, masyarakat yang religius dan harmonis adalah pondasi dari keberhasilan pembangunan,”

Pos terkait